KILASRIAU.com – Polemik gaji guru bantu jenjang Dikdas (TK, SD, dan SMP) di Riau memasuki babak paling memilukan. Hingga Jumat, 25 April 2025, gaji guru bantu di Kabupaten Kampar dan Indragiri Hilir (Inhil) belum juga cair. Padahal, ini sudah hampir empat bulan sejak Januari 2025, dan Lebaran pun telah usai.
Kondisi ini menuai kecaman keras dari Aktivis Pendidikan Riau, Erwin Sitompul, yang menyebut kasus ini sebagai “sejarah kelam pendidikan Riau” sejak terbentuknya guru bantu provinsi pada 2006.
“Baru kali ini terjadi. Sejak 2006 tidak pernah gaji guru bantu telat hingga lewat Idul Fitri. Ini tamparan untuk dunia pendidikan kita!” tegas Erwin.
Erwin menyebut sekitar 900 guru bantu di 12 kabupaten/kota menjadi korban ketidakberesan birokrasi. Harapan mereka untuk menerima gaji sebelum Lebaran agar bisa menunaikan zakat fitrah, membeli kebutuhan anak, hingga mudik, sirna begitu saja.
Plt Kadisdik Riau, Erisman Yahya, sebelumnya menyebut persoalan keterlambatan gaji karena defisit anggaran. Namun Erwin menilai alasan tersebut tak masuk akal.